Dampak Buruk Menggunakan Make Up Kecantikan


Dampak Buruk Menggunakan Make Up Kecantikan

Akibat Menggunakan make up – make up bagi kaum Hawa memang sangat penting untuk menunjang penampilan, apalagi sekarang terdapat banyak sekali pilihan dari mulai warna, jenis-jenis make up, dan kegunaanya.

Seiring berkembangnya jaman, teknologi sudah mulai merambat dibidang make up dan menciptakan make up permanen di wajah Anda.

Tapi tahukah Anda bahwa, ada banyak sekali dampak negatif pemakaian make up permanen

Baca Juga :

make up permanen biasanya menjanjikan Anda rasa percaya diri, dan tentunya membuat bagian tubuh Anda seperti bibir yang merah merona, alos yang berbentuk sempurna, dan eyeliner yang membuat mata Anda lebih menawan.

make up permanen memang menguntungkan jika Anda tidak memiliki waktu untuk berdandan dan membenah diri.

Prosedur pemasangan make up permanen di tangan orang yang ahli pada umumnya memang aman untuk dilakukan, tapi, jika prosedur pemasangan make up permanen dilakukan oleh orang yang tidak ahli akan mengakibatkan dampak yang fatal, dan beresiko infeksi

Pada dasarnya pemasangan make up permanen sama dengan tato, filler, dan suntik botox prosesnya yaitu menggunakan jarum untuk memasukan butiran pigem di bawah lapisan kulit paling atas. “Prosedurnya memang sama, tapi digunakan untuk tujuan yang berbeda” ucap Dokter spesialis mata Charles S. Zwerling, MD, seorang pakar kecantikan di Inggris.

yang paling populer sekarang adalah make up permanen untuk eyeliner, alis, dan warna bibir menurut survey kecantikan di Inggris. Akan tetapi doktor Zwerling, ketua American Academy of Micropigmentation (AAm) di Goldsboro, NC, mengatakan bahwa ia sangat tidak menyarankan untuk menggunakan make up permanen, karena mempunyai resiko yang sangat besar.

Akibat Menggunakan Make Up Kecantikan

Dampak Buruk Menggunakan Make Up Kecantikan

Berikut ini beberapa dari sekian banyak dampak negatif dari make up permanen.

1. Resiko Granuloma

Granuloma merupakan kondisi dimana massa yang terbentuk di dalam jaringan di sekitar penanaman pigmen dan keloid yang lebih sering muncul ketika make up permanen dihilangkan sehingga dapat membuat permukaan kulit menjadi tidak rata.

2. Penyakit Hepatitis C

Penyakit ini dapat dengan muda muncul apabila menggunakan jarum dan alat-alat lainnya yang tidak steril ketika melakukan sulam alis atau sulam bibir.

3. Penyakit Menular

Pastikan bahwa ketika melakukan sulam alis atau sulam bibir sudah menggunakan alat-alat steril karena penggunaan alat yang tidak steril seperti jarum dapat menimbulkan resiko tertular berbagai penyakit yang serius, bahkan seperti penyakit HIV / AIDS.

4. Pendarahan

Jika tidak dilakukan oleh orang yang profesional dan berpengalaman seperti dokter kecantikan, justru akan menyebabkan terjadinya pendarahan yang disebabkan oleh pecahnya salah satu pembuluh darah.

“Reaksi alergi terhadap pigmen cukup langka dan sulit untuk menangani iritasi tersebut,” kata juru bicara FDA, Stanley Milstein, PhD, di Washington, DC. “Setiap kali Anda menanamkan benda asing ke dalam kulit maka hal tersebut memiliki potensi terjadinya alergi. Reaksi dapat terjadi setahun kemudian sebagai ruam atau reaksi alergi sistem kekebalan tubuh.”

Reaksi alergi yang dapat terjadi adalah granuloma, yang banyak terbentuk di dalam jaringan di sekitar zat asing, dan keloid, yang tumbuh dengan cepat di jaringan parut pada bekas luka. Keloid yang muncul lebih sering diakibatkan karena penghapusan make up permanen.

Pada bulan Juli 2004, Food and Drug Administration (FDA) mengingatkan masyarakat tentang sejumlah efek samping yang dilaporkan pada individu yang telah menjalani prosedur micropigmentation tertentu. Pada bulan Juli 2004, FDA telah mendapat laporan lebih dari 50 efek samping dan hal ini sedang diselidiki lebih lanjut.

Reaksi yang telah dilaporkan meliputi pembengkakan, retak, kulit mengelupas, dan terbentuknya jaringan parut, serta pembentukan granuloma pada bidang mata dan bibir. Pada beberapa kasus, efek samping yang dilaporkan menyebabkan hal yang serius sehingga dapat mengakibatkan kesulitan ketika makan dan berbicara.

Make up Permanen dan Infeksi

Pada bulan Desember 2003, di San Antonio ditemukan sebuah salon make up permanen yang bersalah karena menginfeksi wanita yang menjadi pelanggannya dengan hepatitis C.  Hal ini dapat terjadi karena serangkaian kegiatan touch-up untuk warna bibir wanita tersebut. Wanita yang menjalani make up permanen tersebut diharuskan untuk membayar mahal untuk serangkaian prosedur make up permanen yang ia lakukan. Namun, walaupun ia sudah membayar mahal, tetap saja wanita itu harus tertular penyakit karena alat yang digunakan tidak steril.

Sekitar 10 kasus penularan hepatitis dari prosedur make up permanen pernah dilaporkan dan sebagian besar kasus lainnya adalah kasus AIDS. Hal ini disebabkan karena mayoritas praktisi yang melakukan make up permanen ini menggunakan peralatan yang tidak steril. Pasalnya, peralatan yang tidak steril seperti jarum yang digunakan pada prosedur make up permanen dapat menularkan penyakit menular, seperti hepatitis.

Maka untuk itu dari artikel ini kalian tahu akan dampak yang dapat merusak penampilan wajah kalian bukanya menjadi tampil cantik malah menjadi bencana yang besar yang akan terjadi. mulai dari sekarang pertimbangkan segala sesuatu keputusan dengan matang tanpa harus mengikuti tren.

Demikian artikel mengenai BDampak Buruk Menggunakan make up Permanen Dalam Kecantikan, semoga bermanfaat. 🙂

Lihat Juga :
Obat Jerawat Alami Paling Ampuh Adalah Jeruk Nipis | Hiban Amrulloh | 4.5